Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Learning

Berita Negatif Yang Baik: Pengalaman Sembuh dari Covid-19 di Periode Awal Pandemi

Suasana Salat Jumat Alhamdulillah setelah > 30 hari terkonfirmasi positif Covid-19, hasil tes usap saya tanggal 19 Januari 2021 menyatakan: Negatif. Selama positif, saya melakukan isolasi dimulai dari Wisma Atlet Kemayoran, pindah Hotel (setelah 10 hari di WAK), dan di rumah dengan protokol ketat.  Saya juga mensyukuri, bahwa tidak ada perburukan selama periode tersebut.  Awal Gelaja Awal bergejala dimulai tanggal 13 Desember 2020: bangun pagi mulai demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, badan linu/nyeri di beberapa bagian. Gejalanya mengingatkan dulu waktu saya terkena DB. Kemudian di hari ke-4 makan mulai tidak ada rasanya, tapi masih bisa mencium bau. Waktu masih isolasi WAK, Ibunya Nadya (baca: istri) sempat membelikan saya Bebek Kaleyo yang juara itu. Ternyata rasanya asin doang, padahal kan seharusnya enak banget, hehehe.  Oke mundur lagi. Di tanggal 14 Desember 2022, saya melakukan tes usap pertama. Hasilnya keluar di tanggal 15 Desember 2022 Jam 10.00 WIB: Pos...

Ikatlah Ilmu dengan Tulisan

Pernah saya baca sebuah kalimat sakti di linimasa Twitter. Sayang, sampai sekarang belum saya tahu siapa yang pertama kali melotarkannya. “Ikatlah ilmu dengan tulisan” begitu kira-kira bunyinya. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut saya kira kita dapat memaknai apa kandungan kalimat ini. Kenapa kalimat di atas saya katakan sakti? Karena memang benar demikian adanya. Saya setuju, dan saya yakin anda juga setuju.  Argumen paling sederhana yang dapat menjadi topangan pembenaran atas kalimat tersebut mungkin adalah soal ide yang sering kali menguap dari pikiran kita. Saat Inspirasi Muncul, Tangkaplah Saya pernah kuliah di Semarang sedangkan domisili asli adalah di Sukoharjo. Range lokasi ke dua kota di Jawa Tengah ini lebih dari 100 Km yang biasa saya tempuh dengan sepeda motor. Jika di kalkulasi dalam satuan waktu, maka jarak sedemikian tadi rata-rata saya capai dalam waktu  2,5 – 3 Jam. Tergantung kecepatan dan kepadatan kendaraan di jalanan. Dalam jan...

Hidup Menabur Mimpi (part-1)

source: http://www.empowernetwork.com Siapa yang punya kondisi tidak berbeda dengan saya disini? Diambang kelulusan, wisuda, dan melepas status sebagai mahasiswa (setidaknya di level strata-1)… selamanya. Iya selamanya. Karena besar kemungkinan sedikit diantara kita akan mau mengulang masa perkuliahan di fase pertama pasca pendidikan sekolah menengah tersebut, selesai kita libas. Ya kalaupun ada pasti dengan berbagai syarat dan ketentuan yang berlaku. Semoga asumsi saya benar :). Kawan, seringkah dirimu dikasih pertanyaan, entah dari siapapun itu dengan sangat sederhana seperti “ Setelah lulus mau kerja dimana mas?” atau “ Setelah lulus mau jadi apa mas? ”. Pertanyaan yang simple . Namun (kadang) menemukan jawabanya tidak sesederhana pertanyaan tersebut bagi sebagian orang. Merasa sial? Merasa bingung? Atau mungkin sudah sangat jelas tahu jawabanya. Beruntung dan bersyukurlah anda yang masuk di dalam kelompok terakhir. Namun bagi yang masuk di kelompok per...

Give more, achieve more (even more and more)

Source: Google Bagian cerita hidup kali ini, saya sebut  Give more, achieve more (even more and more) :) Masih sedikit berhubungan dan punya alur cerita yang mirip dengan postingan saya terdahulu Rp 1.000 x 10 = ? . Yup, sekali lagi saya merasakan bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Jum'at 27 April yang lalu adalah titik mula cerita ini. Seusai sholat Jum'at di Masjid Pangeran Diponegoro (lagi), saya mencari kotak infaq yang tersedia di bagian belakang untuk tujuan akhir atas sejumlah uang yang telah saya siapkan. Yup, kali ini pun tak seberapa, hanya Rp 2.000,00 . Seketika saya selipkan uang itu di lubang kotak tersebut, sambil lalu saya melihat selembar brosur di atas kotak. Yup, semacam brosur2 yang sering ada dan di sebarkan bagi jama'ah di masjid. Lalu terbawalah pulang kertas tersebut oleh tangan saya. Coba tebak apa isinya??? *tepuk meja plisss* hehehe, Dan... brosur kertas yang mungkin terabaikan oleh orang lain ini ternyata adalah sebua...

Rp 1.000 x 10 = ?

Pengalaman hikmah sedekah ini bagi saya penting untuk dibagikan sebagai sebuah cerita dan pembelajaran untuk kita sekalian. Semoga yang tersirat lebih banyak bisa diserap daripada yang tersurat. Yah begitulah harapannya :) Jadi, ini hanyalah sebuah kisah kecil yang juga (hanya) melibatkan harta dengan nominal yang kecil pula. Yup, hanya Rp 1.000,00. Tapi Insya Allah, uang Rp 1000,00 ini yang menjadi REMINDER saya akan bukti janji yang pasti ditepati oleh Sang Kuasa.  Suatu sore saya bergegas menunaikan sholat Magrib berjamaah di Masjid Diponegoro, yang lokasinya terdekat dengan kos-an. Seperti biasa saya ambil recehan (sayang hanya bisa recehan) dari celengan plastik warna merah di meja belajar. Yang bagian atasnya pun pernah saya bolongin dulu kala, jadi biar gampang masukin duit (termasuk diambil lagi) hehehe.. Ceritanya, duit duit disitu asalnya dari recehan sisa sisa saku harian. Balik ke Rp 1.000,00 tadi, memang sore itu saya niatkan untuk infaq sebelum masu...